Senin, 29 November 2010

GEOLOGI SEJARAH DAN Pembagian zaman

*GEOLOGI SEJARAH: Ilmu yang membahas perkembangan bumi sebagai badan angkasa mulai dari terbentuknya hingga kini.
*Geologi — arsitek fisik dan arsitek sejarah.
*Perkembangan yang terjadi di bumi:
-perkembangan pembentukan batuan
-perkembangan tektonik
-perkembangan biotik
-perkembangan unsur ekonomis
*Usia bumi 4,6 milyar tahun .
*Makhluk yang pertama 2,1 milyar tahun setelah pembentukan bumi.
*Fosil banyak dijumpai pada 600 juta tahun yang lalu.
*Evolusi di bumi — evolusi kimia (awal Pre Cambrium) dan evolusi organik (berjalan sangat lama 2,501 milyar tahun yang lalu).
*TH 70’AN VS TH 80’AN:
Th 70’an : stabilism — hanya mengenal orogenesa dan geosinklin.
Th 80’an : dinamycs — plate tectonik.
*ASAS STRATIGRAFI:
1.Uniformitarianism
2.The Law of Original Horizontality
3.The Law of Superposition
4.The Law of Cross Cutting Relationship
5.The Law of Inclution
6.The Law of Faunal Sucession
7.Strata Identified by Fossils
hukum-hukum alam yang mengendalikan
peristiwa pada masa kini.
Contoh :
-endapan tuff adalah hasil aktivitas volkanik.
-soil ada
*UNIFORMITARIANS: Peristiwa yang terjadi pada masa geologi lampau dikontrol oleh lah hasil pelapukan yang tidak langsung terkena erosi.
-Koral dan alga hidup di laut.
*Law of Original Horizontality : sedimen yang baru terbentuk cenderung mengikuti bentuk dasarnya dan cenderung untuk menghorizontal, kecuali cross bedding.
*Hukum steno tidak sepenuhnya salah jika dibandingkan dengan Hukum walter :
1.endapan pelagik di laut dalam (atau di danau) — bercampur dengan butiran halus asal darat yang diterbangkan angin dan diendapkan jauh di laut.
2.Abu volkanik dari gunung api — saat letusan diterbangkan kemudian jatuh di laut.
*Akomodasi :ruangan di bumi yang tersedia untuk tempat berkumpulnya (diendapkannya) sedimen
Faktor : subsidence, eustacy, deposition.
D : tidak pernah konstan, tidak pernah negatif, paling kecil nol.
S : naik aktif (karena gaya tektonik), naik pasif (karena sedimennnya sendiri sehingga membuat batimetri naik).
E : sepanjang sejarah tidak pernah konstan.
*Law of Superposition : dalam keadaan yang tidak terganggu, lapisan paling tua akan berada dibawah lapisan yang lebih muda.
*Principle of Lateral Accumulation : sebagian besar sedimen terbentuk dari akresi lateral.
Permukaan pengendapan biasanya miring. Akumulasi terjadi oleh proses akresi dan progradasi dan terjadi pada arah transport sedimen. Akumulasi bisa terjadi terus menerus, terjadi keadaan oversteepened yang membuat massa yang telah terakumulasi menjadi longsor sepanjang lereng.
*Principle of Cross Cutting Relationship: suatu batuan atau sesar yang memotong suatu batuan selalu lebih muda dari batuan yang terpotong. Batuan intrusi selalu lebih muda dari batuan yang diintrusi, kecuali diapir. Lipatan selalu lebih muda dari batuan yang terlipat. Efek panggang di lapangan yang tidak kelihatan: bataupasir kuarsa diterobos granit. Efek panggang yang sangat kelihatan: batugamping diterobos granit.
*Disconformity : sedimen dengan sedimen yang perlapisannya tetap sama tetapi dibatasi oleh bidang erosi.
*Law of Inclusion : suatu tubuh batuan yang mengandung fragmen dari batuan yang lain selalu lebih muda dari tubuh batuan yang menghasilkan fragmen tersebut.
*Strata identified by fossil : perlapisan batuan tertentu dicirikan oleh kandungan fosil tertentu.
*Principle of Faunal Succession : fosil-fosil yang dijumpai pada perlapisan batuan secara perlahan mengalami perubahan kenampakan fisiknya (akibat evolusi) dalam cara yang teratur mengikuti waktu geologi. Demikian pula suatu kelompok organisme secara perlahan digantikan oleh kelompok organisme yang lain. Suatu perlapisan tertentu dicirikan oleh kandungan fosil yang tertentu. Suatu perlapisan batuan yang mengandung fosil tertentu dapat digunakan untuk koreksi antara suatu lokasi dengan lokasi yang lain.
*Sampel yang diambil untuk analisa radioaktif :
1.tidak diambil di sembarang tempat.
2.diambil sampel yang banyak.
3.segar tidak lapuk.
4.tidak ada pecahan palu.
5.diambil pada sedimen tuff, yang belum kehilangan gelasnya.
6.pembekuan suatu mineral merupakan titik nol suatu peluruhan.

*Konsep tentang kemagnetan purba :
a.dilandasi suatu fakta bahwa bumi kita sebagai suatu badan magnet yang besar—akibat proses pembentukannya berotasi dengan adanya gaya tarik dalam benda angkasa lainnya — terbentuklah suatu aliran elektron dalam bumi seolah-olah sebagai suatu batang magnet.
b.pada masa holosen dianggap sebagai kemagnetan normal.
c.kutub utara magnet berada di selatan, dan sebaliknya.
d.kutub magnet bumi terletak pada lintang 90? — inklinasi.
e.kutub magnet tidak berimpit dengan kutub bumi — deklinasi.
f.jika terjadi pembekuan magma atau sedimentasi material, maka akan terekam kondisi kemagnetan pada saat itu.
g.sampel diambil dari batuan beku atas yang berbutir halus.
h.pada saat material sedimentasi dalam masa mengambang, maka material tersebut akan memposisikan pada kondisi magnet bumi.
i.kondisi revest : kondisi pada jaman dahulu dimana kutub utara magnet bumi ada di utara dan kutub selatan magnet bumi ada di selatan.
j.magnetik epoch : satuan waktu yang dicirikan oleh kondisi kemagnetan yang sama — diberi nama sesuai penemunya.

*Perubahan muka laut disebabkan :
1.pergerakan lempeng : Jika lempeng bergerak, maka ada celah, air laut akan masuk ke celah tersebut, sehingga muka air laut akan turun.
2.Glasiasi : akibat volkanisme maka pergerakan abu akan mengelilingi bumi, sehingga suhu bumi naik karena panas dari bumi tidak dapat dilepaskan ke angkasa. Akibat kenaikan global dari suhu bumi tersebut, maka terjadi pencairan es secara global, demikian pula sebaliknya.
3.Beda letak rotasi bumi : pusat bumi pada kondisi minimal menyebabkan es banyak, demikian pula sebaliknya.
*Gejala glasiasi : adanya goresan-goresan pada bed rosk yang intensif, tetapi bikan striasi fault. Adanya block yang besar ditengah-tengah yang halus tetapi tidak ada tanda-tanda gerakan (disebut drop stone).

*Teori pembentukan bumi :
Big Bang :
Fakta : materi alam semesta menjauhi suatu titik. Hidrogen dan helium merupakan isi ruang alam semesta.
Simulasi : Arah gerakan ditarik dengan kecepatan yang sama
Hasil : Alam semesta pada 13-15 x 109 tahun berupa materi yang sangat padat, suhu sangat tinggi, penyusunnya berupa partikel yang belum membentuk unsur.Pada suatu saat meletus — “Big Bang”

PREKAMBRIUM :
-Ciri khas prekambrium akhir adalah banyaknya concolite.
-Kondisi tektonik : bumi kita masih merupakan bentukan baru yang keras, plate tektonik belum terbentuk meski segresi magma telah ada. Menjelang proterozoik terbentuk benua (benua pangea I) yang superbesar. Pange tersebut kemudian mengalami pemisahan. Pemisahan yang terjadi karena rifting membentuk beua-benua Gondwana yang pada waktu itu terpisah dari baguan utaranya yaitu
benua Laurentia dan membentuk suatu laut yaitu laut Iapetus. Laut iapetus memisahkan antara benua Gondwana dengan benua Laurentia. Hampir semua benua yang cerai-berai berkumpul di equator atau di utara equator. Benua Antartika pada saat itu juga berada di uatar equator.
-Pada akhir proterozoik banyak algae yang terdapat dalam tromatolit.
-Stromatolit adalah struktur yang dibentuk oleh algae (ganggang yang bersifat menambatkan diri dan berada sebagai kerak).
-Pada akhir prekambrium diduga telah terjadi evolusi organik akibat pemisahan benua-benua, sehingga mulai terjadi kelompok-kelompok organisme yang saling menyesuaikan diri pada tempatnyansehingga terjadi suatu pengembangan organisme-organisme baru.
-Pada saat itu terjadi proses spesiality dan terjadi perkembangan biologis dari protozoa menjadi metazoa.
-Pada akhir pre kambrium terjadi variasi organisme yang hebat yaitu dari fauna Ediacara.
-Kesulitan yang terjadi dalam memperkirakan apa yang terjadi padamasa antara prekambrium dengan kambrium adalah banyaknya batuan kambrium yang berada diatas batuan pre kambrium secara tidak selaras.

PALEOZOIKUM
Merupakan kurun yang sangat unik, bumi kita mengalami sejumlah perubahan yang sifatnya divergen dan konvergen, implikasinya
terjadi sejumlah orogen pada fase subdaksi dan cilision. Terdiri atas :

KAMBRIUM :
-Pada awal kambrium glasiasi mulai menyusut.
-Fosil :
graptolites — sekarang sudah punah, fosilnya berupa cetakan.
Trilobita, Echinodermata
Archeociata — ada yang memasukkan dalam Archeochiatite, khas untuk kambrium.
-Ada kepunahan yang tidak terlalu besar pada akhir kambrium.
-Terjadi kenaikan muka laut.
-Akhir kambrium muncul golongan molusca sub klas Nautiloid, klas Pelecypoda.
-Akhir kembrium terdapat sedikit kepunahan dari beberapa trilobita dan bebrapa Nautiloid.

ORDOVICIAN :
-Di benua Gondwana bagian tengah terdapat kondisi gurun.
-Pada Ordovician kondisi muka laut lebih tinggi daripada pada saat Cambrian, yang memungkinkan terjadinya diversifikasi fauna laut.
-Benua saling berdekatan.
-Oksigen makin bertambah, koral berkembang dengan jenis Rugosa dan Tabulata.
-Brachiopoda berkembang pesat.
-Gratolith dengan bentuk mata gergaji.

SILURIAN
-Benua yang saling berdekatan akhirnya tabrakan, terjadi pegunungan Kaledonia.
-Kondisi Gondwana yang tetapejal semakin ke arah selatan — mengalami kondisi klimat/kutub.
-Amerika uatara dan Eropa berada di daerah equator.
-Mongolia berada pada posisi 30? Lu.
-Terjadi suatu glasiasi yang meliputi Amerika Selatan, Afrika Selatan, Antartika, dan sebagian India.
-Pada cratonnya yaitu Amerika Utara terdapat gamping silur yang cukup tebal yang sekarang merupakan bagian dari Niagara.
-Pada bagian daratan di Amerika Utara mulai muncul tumbuhan darat.
-Pada awal silur tumbuhan darat merajalela, tetapi tipe tanamannya belum berbunga, misal : tipe paku-pakuan.
-Di laut terjadi marine adaptive radiation.

DEVON :
-Pada awal Devon terjadi sea level drop yang global dan sempat mematikan beberapa organisme Carbon.
-Pada awal Devon golongan ikan muncul, juga golongan insekta.
-Berkembang terumbu karang golongan Tabulata.
-Mulai muncul pohon besar.
-Benua Gondwana belum banyak beranjak dari kutub. Amerika Utara sebagian besar di equator dan mulai mendekati Gondwana.
-Penunjaman terjadi pada tepian Gondwana yang bergerak, dan menghasilkan satu rangkaian pegunungan yang membentang dari
Australia Timur, Antartika, Afrika Selatan.
-Andes mulai terbentuk.
-Iapetus mulai tertutup, Theic sudah semakin sempit.
-Terjadi convergency global, benua-benua saling mendekati.
-Terjadi orogenesa yang dianggap global.
-Di Amerika Utara terjadi Orogenesa Anthles.
-Theic yang sudah mulai menutup mengalami kolisi.
-Amerika selatan yang menjadi satu dengan Afrika berdempetan dengan Amerika Utara membentuk deretan pegunungan Hercinia di
Eropa, fase orogenik Aphalacia di Amerika.
-Benua semakin menjadi satu.
-Celah yang masih tersisa adalah celah Ural.
-Terjadi teluk yang besar yang disebut Teluk Thethys.
-Pada akhir Devon mulai dijumpai tumbuhan yang hidup di darat.

KARBON :
-Pada awal Karbon terjadi genang laut yang relatif tinggi sehingga dimana-mana terdapat laut yang cukup dangkal. Masih berkembang Amonit dan Gasthropoda.
-Tumbuhan makin banyak dan mulai menyesuaikan dengan tempatnya.
-antara selatan dan utara pohonnnya berbeda akibat adanya iklim yang berlainan.
-Pada akhir Karbon bawah terjadi suatu susut laut yang hebat, yang sangat berpengaruh pada iklim global dan terjadi kepunahan massal.
-Tempat di pinggiran benua yang semula laut berubah menjadi rawa dan di rawa tersebut terjadi pertumbuhan golongan-golongan tumbuhan rawa.
-Pada jaman Karbon atas sudah ada capung.
-Ada golongan ikan yang mulai naik kedarat dan berkembang menjadi amphibi dan reptil.
-Mulai muncul Foram besar jenis Fusulina.

PERM :
-Benua Asia masih belum bergabung.
-Terbentuk Pegunungan Ural.
-Secara umum terbentuk mega continet yang membentang hampir dari kutub utara ke kutub selatan.
-Lekukan Thethys persis berada di equator, sedimen yang diendapkan menunjukkan sedimen air panas.
-Batuan perm-nya menunjukkan tipe endapan laut rtropis, banyak terumbu, pada terumbu tersebut banyak tumbuh jenis foram besar dari jenis Fusulina.
-Golongan Fusulina berkembang pesat dan punah pada akhir Perm.
-Akhir Perm ditandai dengan kepunahan massal.

MESOZOIKUM
Sering disebut sebagai jaman reptil. Terdiri atas :

TRIAS :
-Trias = batuan yang secara jelas terbagi tida.
-Terbagi menjadi tiga, yaitu Trias Awal, Trias Tengah dan Trias Akhir.
-Kondisi sea level dari trias ke kapur cenderung naik, meskipun pada
Trias juga terjadi susut laut.
-Gondwana dan Lauretia sedikit demi sedikit mulai mengalami rifting terutama di bagian timur dimana terjadi penjorokan laut Tetis.
-Amerika utara dan Eropa mulai merenggang.
-Benua-benua makin pecah, implikasinya : terjadi provinsialisasi yaitu pengelompokan wilayah-wilayah kehidupan flora dan fauna.
-pada aewal pemekaran terjadi pembentukan evaporit, sehingga banyak kubah garam yang merupakan perangkap hidrokarbon.
-Coccolith mulai muncul.

JURA :
*Jura : batuan yang pertama kali ditemukan di Pegunungan Jura.
*Samudra Atlantik semakin membuka ke arah utara.
*Tetis menjadi semakin ke arah selatan.
*Cina berada di sekitar katulistiwa.
*Cordilena dan Andes terus terbentuk.
*mulai muncul plankton.

KAPUR :
*Melimpah akan kapur.
*Jaman dimana iklimnya paling baik.
*Pemekaran dari benua Pange sudah lebih hebat.
*Amerika utara dan Amerika Selatan masih belum menyambung.
*Benua-benua menjadi seperti pulau-pulau.
*Kondisi pembagian iklim tidak terjadi.
*Arus terjadi dimana-mana, akibatnya semua laut di semua lintang suhunya hampir sama. Iklim di semua posisi hampir sama, secara umum tepian benua mengalami kenaikan mula laut.
*Distribusi flora dan fauna paling ideal.
*Laut dangkal eterjadi dimana-mana, penuh dengan organisme pembentuk karbonat.
*Coccolith dan foraminifera plankton banyak, sehingga pengendapan karbonat intensif sekali, sehingga pengendapan kapur terjadi dimanan-mana, bahkan sampai di laut utara.
*Hidup golongan molusca yang membentuk terumbu yang disebut Rudist (jenis molusca yang hanya terdapat pada kapur dan punah pada akhir kapur).
*Karbonat terumbu didominasi dari golongan Rudist.
*Karbonat Cretaceous kaya akan hidrokarbon.
*Selama Kapur terjadi 3 kali oceanic Anorsic Event yaitu 1 kali di bagian bawah dan 2 kali di bagian atas.
*Dalam kondisi normal di laut terjadi 2 macam sirkulasi yaitu lateral dan vertikal (sangat ditentukan oleh suhu). Air yang dingin akan tenggelam, air yang hangat akan berada di atas,sehingga terjadi sirkulasi.Maka oksigen yang ada di permukaan akan disirkulasikan sampai ke dasar, akibatnya di dasar laut akan terjadi oksidasi, sehingga laut memiliki ventilasi yang baik. Jika hal tersebut tidak terjadi karena di semua bagian airnya hangat, maka akan terjadi layer-layer pada lautnya yaitu bagian atas kaya akan oksigen dan bagian bawah non oksigen, akibatnya di dasar terjadi reduksi, sehingga organiknya membentuk lempung hitan yang luas, sedang di lain tempat yang relatif dangkal ada reef, sehingga terjadi lapisan minyak yang cukup besar.
*Kapur merupakan jaman dimana terbentuk calon-calon batuan induk.
*Bunga mulai muncul.
*Mamalia mulai berkembang pesat.
*Golongan bunga-bungaan berkompetisi dengan golongan paku-pakuan, sehingga ada hutan hujan tropis.
*Golongan rumput belum muncul.
*Karena banyaknya bunga maka di laut banyak pollen.
*Pada akhir kapur diduga bumi bertumbukan dengan meteor yang besar yang mempunyai diameter > 10 km yang terjadi di sekitar Mexico.
*Akibat hempasan meteor tersebut terjadi penyebaran unsur meteorik (Iridium).
*Batuan transisi dari Kapur ke Tersier dibanyak tempat terdapat lempung yang konsentrasi iridiumnya 30 x lebih tinggi daripada batuan normal. Hal tersebut diindikasikan akibat dari hempasan meteor.
*Pada akhir Kapur ada kepunahan massal akibat pollen yang banyak di udara, akibat adanya efek rumah kaca yang disebabkan adanya
hempasan meteor, dan adanya predator.
*Semua golongan Rudist, Dinosaurus punah. Banyak Coccolith, Ammonit, Globotruncana punah.
*Golongan mamalia mulai mengambil alih.
*Ada 2 binatang yang tetap ada yaitu kecoa dan capung.
*Pada akhir Kapur pemecahan benua semakin merajalela, proses subdaksi berjalan sangat intensif, produksi abu sangat banyak akibat
aktivitas volkanik sehingga bumi seolah-olah tersaput abu, akibatnya sinar matahari tidak dapat menembus dan terjadi efek rumah es
(suhu dingin). Hal tersebut juga diperkirakan penyebab punahnya organisme.

KENOZOIKUM
*Merupakan era mamalia.
*Terbagi menjadi 2 periode : Paleogen dan Neogen.
*Paleogen terdiri dari Paleocene, Eocene, Oligocene.
*Neogen terdiri dari Miocene, Pliocene, Pleistocene.
*Pada awal Kenozoik terjadi proses heteriosasi yaitu perusakan iklim, yang semula hangat menjadi dingin.
*Pada akhir Kenozoik terjadi proses orogenesa Larami.
*Pada awal Paleocene muncul primata (hampir bersamaan dengan munculnya nannoplakton jenis Discoaster).
*Pada Eocene muncul golongan kuda dan mulai muncul bunga-bunga yang spesifik antara lain bunga mawar.
*Muncul golongan Nummulites yang berasosiasi dengan terumbu.
*Pada Paleogene Super Pangea yang sudah pecah-pecah mulai membentuk bangun yang hampir sama dengan keadaan sekarang.
*terjadi suatu sistem arus Agulhar dan Daulstream.
*Australia mulai melepaskan diri dari Antartika.
*Selandia Baru mulai melepaskan diri dari Australian.
*Mulai terbentuk subdaksi-subdaksi awal di New Zeeland.
*Arabia masih menempel di Afrika.
*Thetis makin sempit dan akan membentuk rangkaian pegunungan, antara lain Himalaya.
*bagian-bagian dari thetis masih tersisa, antara lain Baikal, Kaspia, Laut Tengah.
*Laut Tengah pada suatu ketika pernah kering, yaitu saat Gibraltar bertumbukan dengan Afrika, menjadi padang garan yang luas.
*Pada Neogen selat Gibraltar pecah, sehingga air dari samudra Atraltik masuk ke laut Tengah dengan kecepatan yang sangat besar (diketahui dari struktur sedimen yang membatasi evaporit dengan sedimen sekarang).
*menjelang akhir Oligocene terjadi susut laut yang sangat besar. Implikasinya :
cuaca makin dingin.Tersingkap banyak paparan benua sedimen yag terbentuk setelah exposed tersebut dicirikan oleh sedimen-sedimen klastik yang sangat tebal.Pada saat tersebut di Indonesia masih terbentuk subdaksi, sehingga terbentuk deretan pegunungan yang mengalami erosi, sehingga pada awal Eocene terdapat pengendapan klastik yang besar (tipe turbidit, debris flow, dan tipe volkanik).
*Terjadi proses genag laut kembali sehingga shelf yang tadinya terbentuk menjadi tergenang kembali, sehingga terjadi ketidakselarasan.
*Pra Miocene tengah banyak menghasilkan gamping.
*Batuan Pra Miocene dengan Miocene Tengah ada yang selaras dan ada yang tidak selaras.
*Pada akhir Pliocene bumi mengalami pendinginan, sehingga terjadi sejumlah es.
*Pada jaman Neogen konfigurasi bumi sudah mirip dengan sekarang, termasuk Indonesia. Jasirah Arabia mulai melepaskan diri dari Afrika. Tripple Suction terjadi di daratan Affard (Somalia). Affard mengalami rifting tiga lengan.
*Mulai Miocene daerah rifting tersebut menjadi alluvial valley.
*Di daerah danau Turkana, di lembah Oldoval terdapat singkapan endapan fluviatil yang besar dan tersimpan fosil.
*Pada awal Pliocene Indonesia masih merupakan benua yang besar.
*Pada awal Kenozoik muncul organisme yang sebelumnya belum ada yaitu primata (hominid).
*Pada awal Miocene golongan Ramaphitecus memisah.
*Jaman Pleistocene dijuluki sebagai jaman Anthropocene

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar