Rabu, 03 Juni 2009

Gempabumi Manokwari Akibat Pergeseran Sesar Aktif Sorong

Kejadian gempa bumi tektonik yang mengguncang Provinsi Irian Jaya Barat kemarin disebabkan adanya pergeseran sesar aktif Sorong yang membentang mulai dari Kepala Burung menerus hingga ke wilayah Provinsi Maluku hingga ke lengan timur Pulau Sulawesi.

Pusat gempa berada darat dengan magnituda besar dan kedalaman dangkal, maka gempabumi ini berpotensi merusak, oleh karena itu berpotensi besar menimbulkan bencana, termasuk kerusakan geologis di permukaan seperti longsoran, likuifaksi (keluarnya air dari dalam melalui rekahan atau sumur penduduk kering/ keruh bercampur dengan pasir), retakan tanah dan pergeseran tanah.

Akibat gempa tersebut diperkirakan terjadi zona patahan (rupture zone) yang terganggu seluas 220 km x 130 km. Dengan zona patahan seluas itu patut diduga akan lama terjadi keseimbangan pada sesar aktif. Oleh karena itu diduga masih akan terjadi gempabumi susulan.

Gempa tersebut telah menyebabkan 1 orang meninggal dunia. 2 orang tertimbun reruntuhan sebuah hotel, 4 orang luka-luka dan sejumlah rumah dan gedung mengalami kerusakan termasuk Kantor Gubernur Irian Jaya Barat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, DESDM segera memberangkatkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana. Dalam melaksanakan tugasnya TTD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota di wilayah bencana.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, meminta masyarakat agar tetap tenang serta mengikuti arahan dari petugas Satlak PB dan Satkorlak PB, jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi yang diikuti oleh tsunami karena lokasi pusat gempabumi berada di darat.

Selanjutnya bagi masyarakat yang tinggal di perbukitan mewaspadai kemungkinan terjadinya tanah longsor. Menurut prakiraan potensi kejadian longsor bulan Januari 2009, wilayah Manokwari dan sekitarnya berpotensi menengah hingga tinggi terjadi longsor. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di atas, pada dan di bawah lereng sedang hingga terjal, jika terdapat retakan tanah harap segera mengungsi ke tempat yang aman, karena berpotensi terjadi longsor yang disebabkan oleh gempabumi susulan yang masih akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar