Rabu, 03 Juni 2009

Kegiatan Sektor ESDM 2010 untuk Menjawab Tantangan di Bidang Geologi dan Air Tanah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro kembali menyampaikan tantangan ESDM di bidang geologi, pengelolaan lingkungan, dan air tanah dalam Sidang Kabinet Paripurna tanggal 14 April 2009 di Istana Negara Jakarta. Pada Sidang dengan agenda Prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010 tersebut Menteri ESDM menyebutkan, tantangan terbesar di bidang geologi saat ini adalah masalah bencana geologi. Posisi Indonesia pada daerah rawan bencana menjadikan informasi daerah rawan bencana dan ruang berbasis informasi geologi menjadi hal yang perlu mendapat prioritas.

Untuk mengakomodasi hal tersebut, pemerintah melalui Departemen ESDM memfokuskan kegiatan 2010 pada mitigasi, peringatan dini dan tanggap darurat bencana gunung api dan bencana geologi. Di samping itu, kegiatan penelitian, penyelidikan, pemetaan dan pengamatan kawasan rawan bencana geologi serta geodinamik juga akan ditingkatkan. Kedua kegiatan tersebut akan dilengkapi dengan penyusunan peraturan dan pedoman di bidang lingkungan geologi.

Peningkatan emisi CO2, maraknya penambangan yang tidak menerapkan prinsip Good Mining Practices, pencemaran lingkungan, dan masih terbatasnya internalisasi eksternalitas (antara lain biaya lingkungan, CSR dan keamanan), menjadi masalah pengelolaan lingkungan yang perlu diprioritaskan untuk tahun 2010. Menteri ESDM memaparkan bahwa untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, pemerintah akan meningkatkan kegiatan litbang, penyusunan kebijakan/regulasi usaha, serta penyiapan bimbingan teknis teknologi energi baru terbarukan dan konservasi energi. Selain itu, pemerintah akan menyusun Road Map pengurangan emisi CO2 sektor energi dan melakukan kajian pengendalian dampak lingkungan dan perubahan iklim.

Guna mengatasi sulitnya penyediaan air bersih di daerah sulit air, pemerintah akan meningkatkan kegiatan konservasi sumber daya air dan pengendalian kerusakan sumber-sumber air. Kegiatan lainnya adalah penyediaan sarana air bersih bersumber dari air tanah, penataan ruang berbasis geologi, serta penelitian/penyelidikan dan pemetaan hidrogeologi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar